MENGENAL KAMERA ANALOG (PENULISAN 1)
Dalam dunia fotografi,
terdapat dua jenis kamera yang sering di gunakan oleh para fotografer,
yaitu Kamera Analog (Manual) dan Kamera Digital. Masing-masing
kamera tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kamera manual mungkin
terkesan jadul (kuno), sebab masih menggunakan media pita film dalam menangkap
gambar, akan tetapi kepekaan yang di miliki sangat sensitif terhadap cahaya,
khususnya cahaya matahari, sedangkan kamera digital merupakan kamera yang
menyimpan gambar dalam bentuk digital serta lebih praktis dalam penggunaannya,
tetapi warna yang di hasilkan lebih kontras. Berikut kita akan membahas
keduanya secara lebih jelas dan mendetail.
PENGERTIAN
KAMERA ANALOG (MANUAL)
Secara esensial, definisi
sederhana dari kamera analog, yaitu kamera yang tidak memiliki “fungsi
digital” kamera yang menangkap gambar dalam bentuk media film yang tidak
memiliki sensor untuk membuat sebuah gambar digital. Sepanjang sejarah
fotografi, di perkenalkannya media elektronik dan mikro prosesor berbasis
kamera film yang bentuk desain dan fungsi yang sama juga dimiliki oleh
kebanyakan kamera digital saat ini. Jadi, kamera analog memiliki arti yaitu
sebuah kamera yang menggunakan media film untuk memotret gambar dan tidak
menghasilkan gambar digital. Analog
berarti sebuah sinyal yang ditangkap dari luar dan di proses secara keseluruhan
untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebuah alat uji light meter merupakan contoh terbaik untuk
instrumen kamera analog. Cahaya yang terdapat dalam sebuah foto menghasilkan
sebuah aliran elektrik yang bergerak sepanjang jarum dalam sebuah skala.
Semakin terang cahaya tersebut, semakin bagus pula pergerakannya.
KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN KAMERA ANALOG
Istilah analog berarti sederhana atau kamera
SLR yang menggunakan film sebagai media cetaknya dalam fotografi. Gambar
tersebut kemudian dihasilkan dalam bentuk analog, melalui sebuah proses kimia.
Kamera film memiliki kelebihan pada harga yang relatif lebih murah jika di
bandingkan dengan kamera digital dengan kualitas yang sama. Tetapi, membeli rol
film untuk kamera analog dapat menguras biaya lebih. Kamera analog memiliki
film seluloid 35mm, oleh sebab itu cahaya meng-cover lebih banyak area dalam
gambar, daripada saat anda menggunakan digital kamera.
Kekurangan paling mendasar
yang di miliki kamera analog, yaitu
anda harus menghafal seluruh pengaturan kamera, sebelum memotret gambar. Efek
yang berbeda pada gambar, yang hasilnya berasal dari pengembangan yang juga
butuh untuk dikelola lebih lanjut. Kelebihan terpenting yang di miliki kamera
analog, serta alasan kenapa banyak fotografer yang memilihnya yaitu karena
kualitas gambar yang di milikinya. Kualitas gambar yang dapat diraih dari
sebuah kamera film adalah yang terbaik dan gambar tersebut sudah pasti sangat
jernih. Alasan dibalik reaksi kimia yang berada saat dimana cahaya jatuh dari
shutter kedalam film dan hasilnya sudah pasti jernih dan berbanding terbalik
dengan representasi negatif pada objek yang di peroleh. Hal serupa tidak
mungkin terjadi pada kamera digital.
CIRI-CIRI
KAMERA ANALOG
KAMERA SLR (SINGLE LENS REFLEX)
Orang-orang yang menyukai kontrol terhandal saat memotret
gambar, mungkin sangat tepat untuk memiliki sebuah kamera film SLR. Kamera jenis ini sangat di gandrungi oleh para
fotografer professional sebab menawarkan lensa yang dapat meng-eliminasi
kesalahan dalam gambar. Kamera SLR memiliki kostumisasi yang akurat pada
pengaturan aperture dan penggunaan lensa berbeda, cahaya flash serta filter.
KAMERA
RANGEFINDER
Tipe kamera film lainnya yang telah terbukti serta sangat
populer selama bertahun-tahun yaitu jenis kamera rangefinder. Jenis kamera ini
memiliki metode yang berbeda pada sistem fokus yang terdapat pada kamera SLR,
karena letak viewfinder yang berada disebelah lensa. Banyak orang yang suka
memotret menggunakan kamera jenis ini, sebab kamera ini mungil dan suara yang
dihasilkan saat memotret tidak berisik. Kamera ini juga handal dalam
menghasilkan gambar berkualitas tinggi.
MENGGUNAKAN FORMAT FILM
Film yang digunakan pada
sebuah kamera dapat bervariasi, bergantung pada ukuran, jenis dan kecepatannya.
Hal ini sudah sangat mendasar, ketika membeli sebuah kamera film, kita harus
mengetahui terlebih dahulu pengaturan pada film tersebut, untuk kemudahan kita
saat menggunakannya nanti. Dalam istilah, ukuran yang sudah umum yang dimiliki
sebuah kamera film yaitu adalah 35mm dan cocok untuk model ukuran kamera yang
lebih besar lagi. Kamera jenis ini sangat mudah digunakan dan tidak lambat.
Memiliki alternatif format film medium dan menawarkan resolusi gambar lebih
jernih empat kali dari film ukuran 35mm serta dapat menghasilkan gambar
sebanding dengan yang di hasilkan oleh kamera digital. Akan
tetapi, biasanya kamera jenis ini lebih mahal untuk di beli/di produksi
daripada kamera film ukuran 35mm, sebab kamera ini hanya digunakan oleh para
fotografer profesional dan bagi mereka yang memang antusias pada kamera.
Salah satu fitur terbaik yang bekerja pada
kamera ini yaitu, pemiliknya dapat menggunakan film hitam dan putih yang
berbeda yang dapat menghasilkan gambar yang sarat dengan karakter serta sebagai
tambahan, juga sering di gunakan untuk fotografi portrait, dimana film yang
berwarna dapat menjadi pilihan terbaik untuk di potret dalam waktu-waktu
khusus, sebab memiliki format dalam bentuk film, memudahkannya untuk dilengkapi
pada dengan efek yang berbeda pada gambar tersebut, agar dapat dibentuk.
Sebagai contoh, pada pesta ulang tahun. Kecepatan pada film dalam penggunaannya
merupakan pertimbangan penting lainnya saat anda membeli sebuah kamera film.
Kecepatan pada film tersebut menunjukkan seberapa peka film terhadap cahaya dan
secara konsekuen bagaimana jenis pengaturan pencahayaannya yang dapat
menghasilkan gambar berkualitas tinggi. Secara singkat, cara memotret sangat
berpengaruh terhadap penggunaan film dan kemampuan suatu kamera serta
kesesuaian dalam fungsinya merupakan pertimbangan penting bagi pengguna yang
ingin membeli kamera.
BENTUK DESAIN
Bentuk tren terkini pada
teknologi kamera yaitu dapat menjadi perangkat yang berbentuk semungil mungkin
(compact). Dimana model tersebut sudah sangat umum
ditemukan pada kamera digital, kamera film memiliki bentuk lebih besar untuk
menampung semua film pada roll kamera dan juga karena memiliki pengaturan
cermin prisma yang tercipta diantara teknologi kamera berlensa. Hal ini sangat
penting untuk diperhatikan saat membeli kamera film. Anda harus memperhatikan
ukuran dan beratnya, sebab akan berdampak pada kemudahan kamera untuk digunakan
dan dibawa kemana-mana.
Kebanyakan kamera film yang
terdahulu terbuat dari bahan metal,yang membuatnya menjadi sangat berat tapi
desainnya kuat. Sedangkan model terbaru terbuat dari bahan plastik yang
menjadikannya lebih ringan dan lebih mudah digenggam. Kualitas dan terbuat dari
bahan apa sebuah kamera merupakan sesuatu yang sangat penting, serta kamera
tersebut tahan untuk digunakan untuk memotret banyak gambar. Lebih baik lagi
jika kamera tersebut weather proof, jadi
anda dapat menggunakannya diluar ruangan dan dalam kondisi cuaca apapun. Dapat
dengan mudah digunakan, karena memiliki muatan film yang mudah diakses dan
mampu memotret secara handal karena memuat foto dalam roll film, yang terakhir
adalah posisi tiap tombol pada kamera ini sangat mudah dijangkau dan di pegang.
CONTOH/TIPE
KAMERA ANALOG
CANON AE-1
Kamera Canon AE-1 merupakan program kamera yang terpopuler sepanjang masa dan
merupakan sebuah kamera yang spektakuler. Mengusung fitur serupa dengan A-1,
program yang dimiliki AE-1 merupakan yang terbaik sepanjang sejarah fotografi.
Program yang di milikinya sangat handal, sebab mempersembahkan fitur terbaik
dalam perkembangan sebuah kamera.
Canon
AE-1 memiliki segala fitur yang di butuhkan untuk foto terbaik dan tak ada
fitur junk yang terdapat pada kamera ini, sepanjang sejarah yang membuat
kebanyakan kamera modern menjadi tersaingi. Program yang dimiliki AE-1 ini
mampu memuat film, menyusun sertamemotret dengan fokus yang tepat.dan pastinya
menghasilkan gambar yang menakjubkan. Tak hanya memiliki program yang sangat
jitu dalam penggunaannya, AE-1 juga memiliki finder yang terang dan sangat
memadai. Finder yang dimilikinya merupakan salah satu finder yang terbesar,
jernih serta finder yang paling terang, yang pernah ada.
NIKON FE-2
Nikon FE-2 merupakan kamera pertama dengan
shutter focal plane yang memiliki fitur maksimum pada
kecepatan sinkronisasi flash 1/250 per-detik. Hal ini dikarenakan kamera ini
memiliki Shutter Titanium dengan kecepatan 8 detik hingga 1/400 per-detik dalam
menangkap cahaya (sebenarnya Modus A pada kamera FE-2 ini dapat menangkap
cahaya lebih banyak lagi). Kecepatan film perlu di atur secara manual dengan
menggunakan tombol yang berada disudut kiri, atas kamera. Sama dengan model kamera
Nikon terbaru lainnya, Nikon FE-2 memiliki fitur sistem metering integral
60/40.
PENTAX ME
Kamera Pentax ME memiliki aperture untuk kontrol
pencahayaan elektronik otomatis. Hanya satu pengaturan manual yang dimiliki
yaitu 1/100 dan mode bulb. Anda dapat lebih fokus dan mengatur aperture dengan
tepat, serta kamera ini juga mengatur shutter speed dengan otomatis. Finder-nya memiliki sebuah titik pada layar LED
agar cahaya dapat masuk ke shutter speed. Kamera ini dapat menangkap cahaya
selama lebih dan kurang dari 1/1,000 hingga 8 detik. Pentax ME memiliki
pencahayaan yang sangat akurat dan sempurna selama lebih dari 8 detik, jika
anda menggunakannya untuk memotret di malam hari.
CARA
KERJA KAMERA ANALOG
Kamera analog menggunakan sebuah film dalam merekam gambar. Film tersebut
di gunakan untuk memotret gambar dengan energi cahaya. Gambar di potret dalam
bentuk sinyal video. Setelah itu, gambar yang telah terekam disinari oleh
cahaya dan di cetak pada sebuah kertas. Kertas ini mengandung begitu banyak mikro
kapsul molekul dengan berbagai jenis warna, yaitu hijau, merah, biru dan
kuning. Saat mengekspos cahaya pada warna yang telah di pilih, butiran kapsul
dari tiap warna tersebut menjadi terbentuk. Dapat di katakan, pencahayaan warna
merah membentuk gambar pada lapisan film kapsul berwarna hijau. Ketika gambar
sudah berada pada sebuah kertas untuk diolah sebelum di cetak, lapisan peka
cahaya hijau yang mengandung (celupan warna magenta) dan lapisan peka cahaya
kuning tercampur menjadi satu, karena perpaduan antara lapisan cahaya warna
biru di pisahkan oleh lapisan peka warna merah, pada kertas tersebut.
PENGERTIAN
KAMERA DIGITAL
Kamera digital adalah sebuah alat/perangkat yang dapat
memotret gambar seperti kamera pada umumnya, tapi menyimpan foto tersebut dalam
bentuk data digital, lalu kemudian dapat dicetak menjadi sebuah film. Banyak
kamera digital yang dapat merekam video, di samping kegunaannya untuk memotret
gambar. Sebuah kamera digital dapat melakukan dua fungsi sekaligus, sebagai
perangkat input dan output (kadang disebut sebagai Perangkat I/O), sebab dapat
memotret banyak gambar (input) dan mengirimnya ke komputer (output).
Sebuah kamera digital merekam dan menyimpan gambar dalam bentuk
digital. Banyak kamera digital model terbaru yang dapat juga merekam suara dan
video, selain hanya untuk memotret gambar. Saat memotret gambar, biasanya
kamera ini di iringi dengan kemampuan sensor foto yang di milikinya dan
menggunakan perangkat Charged Coupled Device (CCD).
Gambar yang telah disimpan tersebut dapat di pindahkan ke komputer secara
singkat dan lebih mudah atau anda dapat menyimpannya di kamera saja untuk
kemudian di pindahkan ke komputer atau dicetak nanti. Foto-foto tersebut juga
dapat di arsipkan dalam compact disc atau external hardisk.
KARAKTERISTIK
KAMERA DIGITAL PENCAHAYAAN
Pencahayaan berarti bahwa seberapa lama shutter kamera
terbuka untuk menerima cahaya dan mengambil gambar. Hal tersebut dapat
menentukan poin-poin seperti: resolusi dan tingkat kontras cahaya pada gambar.
Mode exposure pada kebanyakan fitur kamera digital terdapat pada pengaturan
otomatis dan manual. Membeli sebuah kamera digital dengan atau tanpa kontrol
exposure bergantung pada kebutuhan anda. Memiliki kamera digital dengan kontrol
exposure lebih memungkinkan anda untuk dapat memotret sesuatu yang sulit untuk
di tangkap gambarnya, seperti: efek blur atau cahaya yang begitu halus. Kamera digital tanpa kontrol eksposur juga masih tetap
dapat menghasilkan gambar berkualitas, selama kamera digital tersebut secara
otomatis dapat mengimbangi variabel-variabel negatif dalam pemotretan.
KARTU MEMORI
Kartu memori memungkinkan
pengguna kamera digital untuk mengambil dan menyimpan banyak gambar daripada
saat menggunakan rol film dari kamera manual. Kartu memori
dapat disimpan pada disk drive yang sesuai atau dipindahkan ke komputer melalui
sambungan kabel USB. Kartu memori memiliki
kapasitas penyimpanan gambar, bahkan hingga beribu-ribu gambar.
Istilah piksel merupakan singkatan untuk
elemen sebuah gambar. Piksel merupakan bagian atau elemen dari sebuah susunan
gambar, yang diatur secara bersamaan untuk membentuk sebuah gambar dalam
tampilan perangkat visual, seperti komputer. Gambar akan tampil pada insensitas
dan bagian terkecil dari tiap warna yang di miliki. Semakin banyak kapasitas
piksel yang dimiliki sebuah kamera, semakin baik resolusi gambar tersebut.
TAMPILAN LAYAR LCD
LCD merupakan singkatan dari Liquid Crystal Display, memungkinkan
para pengguna kamera digital untuk mendapatkan sebuah ide tentang bagaimana
tampilan gambar tersebut sebelum fotonya diambil. Layar LCD menunjukkan
pengguna mengenai apa yang kamera tangkap dalam tampilan gambar. Layar LCD juga
memungkinkan penggunanya untuk menyusun komposisi dalam foto sebelum mengambil
gambar. Beberapa layar LCD ada yang berbentuk kecil, tapi tidak seakurat
tampilan LCD yang lebih besar dan memiliki viewfinder untuk membantu kamera dalam
mengatur komposisi foto. Melalui layar LCD, pengguna dapat melihat menu untuk
mengubah segala aspek pada pengaturan kamera dan melihat kembali foto yang
telah disimpan.
APLIKASI OPTICAL ZOOM
Memiliki lensa optik zoom yang handal lebih
penting daripada sebuah resolusi yang tinggi, sebab lebih banyak detail yang
dapat diperoleh dan hanya membutuhkan sedikit jumlah piksel untuk ditampilkan
agar lebih jernih. Jika anda ingin memotret subjek dengan jarak yang jauh,
menggunakan optical zoom merupakan pilihan terbaik. Meskipun begitu, para
fotografer amatir memiliki sebuah optik zoom yang di sebut super-telescopic
zoom, yang memiliki fungsi yang sama dengan optical zoom yang dimiliki kamera
digital. Kamera digital secara mendasar memiliki resolusi yang lebih berat dan
tidak memiliki banyak pilihan untuk optical zoom, tetapi masih tetap
menghasilkan gambar terbaik, meskipun jarak subjek foto menjadi pertimbangan
karena jauh.
MODUS PEMOTRETAN
Kamera digital telah menjalankan fungsinya
dengan baik dalam memotret gambar yang sempurna, dengan modus pemotretan
otomatis yang menyesuaikan fungsi kamera agar tepat dalam tampilan gambar.
Digicam Help membagi kemampuan otomatis tersebut dalam tiga modus, pertama
yaitu Auto/Simple Mode, yang secara otomatis mengatur kontrol kamera,
berikutnya yaitu Intelligent/Auto Mode, yang merupakan kostumisasi kamera yang
bekerja untuk menyesuaikan tampilan gambar dalam pemotretan. Terakhir adalah
Program PE Mode yang mengkombinasikan kontrol kamera dan penggunanya untuk
memotret gambar.
KESIMPULAN
Kamera Analog dan Digital memang memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Dalam fungsinya, kamera Digital menjalankan
segalanya mungkin secara lebih mudah dan praktis. Tapi, bukan berarti Kamera
Analog tidak dapat dikatakan handal dalam menghasilkan gambar berkualitas
tinggi. Meskipun kamera Analog terbilang lebih manual dalam menjalankan
fungsinya, tetapi kamera ini masih tetap saja mengambil hati para fotografer
profesional. Pada akhirnya anda yang menentukan pilihan, ingin menggunakan
kamera analog ataukah digital dalam kegiatan memotret anda. Semuanya bergantung
pada kebutuhan dan minat anda.
Komentar
Posting Komentar